Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

ANIMASI AKSI PUASA PEMBANGUNAN 2019

Gambar
Jalan Salib Hidup Diperankan Oleh Mudika Manganitu-Bahoi. (Dokumentasi 2013) Aksi Puasa Pembangunan (APP) adalah kegiatan tahunan yang diadakan Gereja Indonesia dan Gereja lokal Keuskupan Manado dalam rangka mengisi hari-hari permenungan di Masa Prapaskah. Inti APP adalah Gerakan tobat bersama; gerakan membangun solidaritas dan pemberdayaan. Umat diajak untuk bermetanoia; berubah bersama, solider dan berdaya demi membangun kehidupan yang lebih baik. Aksi Puasa Pembangunan (APP) menjadi proses tobat umat Katolik. Dokumentasi 2013 Jiwa dan makna puasa yang dikehendaki oleh Allah ditegaskan oleh Nabi Yesaya, “Berpuasa yang Ku-kehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya, supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak punya rumah” (Yes. 58, 6-7). APP merupakan kesempatan untuk bertobat, membangun dan meningkatkan so...

Tim Paroki Mulai Sosialisasikan APP

Gambar
Dimulai dari Stasi Santo Fransiskus Xaverius Manganitu, Tim Paroki yang terdiri dari 5 orang mulai mensosialisasikan Tema APP 2019. Oleh Suster Febronia Tiwow, DSY perwakilan umat dari tiap wilayah rohani simak pemaparan materi APP. Masuk pada akhir penjelasan oleh suster, pembahasan di lanjutkan dengan penyusunan program terkait Aksi Puasa Pembangunan oleh Yolanda Silangen. Sosialisasi yang berlangsung pada Minggu, 27 Januari 2019 di Pastoran Stasi Manganitu akan di lanjutkan kembali pada Minggu 03 Februari 2019 di Stasi Tamako. Tim Sosialisasi Paroki di antaranya, Suster Febronia Tiwow, DSY, Hence Palit, Andreas Hendriko Takaonselang, Veronika Takaonselang serta Yolanda Silangen.

Pesta Bertobatnya Santo Paulus Rasul

Gambar
Santo Paulus Rasul Selama tiga puluh tahun setelah peristiwa Pentakosta, Saulus menganiaya orang - orang kristen di Yerusalem. Ia pun menyaksikan peristiwa pembunuhan atas Stefanus. Suatu ketika Paulus pergi Damsyik untuk menangkap orang - orang Kristen. Di tengah perjalanan ia dihadang oleh Yesus dengan suatu pancaran cahaya ajaib dari langit yang membutahkan matanya.  Yesus berseru dalam cahaya itu: "Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku?",,,"Akulah Yesus yang kau aniaya itu". (Kis. 9:1-19a). "Tuhan apa yang kau kehendaki aku perbuat?". Kata - kata yang meluncur dari sebuah hati yang dahulu keras bagai batu, kini lembut oleh karena rahmat Allah. Inilah yang mengantar Paulus ke gerbang tugasnya sebagai rasul kaum kafir. Paulus kemudian tampil sebagai seorang rasul yang besar pengaruhnya di kalangan bangsa kafir, pewarta Injil dan Pendiri Gereja - Gereja di antara kaum kafir.  Pesta pertobatannya ini patutlah untuk kita ja...

KBK Dibantu WKRI Bahoi Kembali Persiapkan Lokasi Pastoran

Gambar
Tahuna - Pekerjaan persiapan kembali dilanjutkan oleh Kaum Bapak Katolik Stasi Hati Kudus Bahoi. Dengan di bantu oleh Anggota Wanita Katolik Republik Indonesia Ranting Stasi Bahoi, Senin 21 Januari 2019 kerja bakti umat terlaksana. Semangat kebersamaan di tengah umat begitu terlihat kental kendati terlilit akan biaya pembangunan pastoran, namun kekompakan antar umat tetap tercipta.  Pekerjaan persiapan lokasi pembangunan pastoran pun terlihat begitu besar hasilnya. Perkiraan para anggota KBK tak lama lagi penyiapan lokasi bangunan pastoran masuk tahap akhir. (Sekretariat Stasi)

BERANJAKLAH DARI TIDUR, SEBELUM DITIDURKAN LEBIH LAMA LAGI

Gambar
Perkawinan Di Kana Allah selalu setia menanti pertobatan kita. Dia berharap ada perubahan dari diri kita ke arah yang lebih baik, sehingga kita memperoleh keselamatan. Itulah yang pernah disampaikan oleh nabi Yesaya kepada umat Israel. Tuhan tidak menginginkan dari antara umat-Nya ada yang mati dalam dosa dan kejahatan. Tuhan lebih menginginkan pertobatan agar kita mengetahui dan mengenal jalan kebenaran yang membawa kita kepada kehidupan. Sebab, Allah yang kita imani adalah Allah yang hidup. Ia mau memanggil dan memakai kita dalam pekerjaan-Nya. Ia memperlengkapi kita dengan berbagai karunia, sehingga kita dimampukan untuk kembali kepada-Nya dengan saling melengkapi dan melayani sesama. Dalam peristiwa kekurangan anggur di Kana, Tuhan hadir memberikan pertolongan. Sesuatu yang tampak tak mungkin, menjadi nyata. Pertolongan Tuhan bisa hadir melalui banyak orang, seperti teman, saudara, atau bahkan juga melalui orang-orang yang tak dikenal. Pada peristiwa di Kana, sepa...

461 Tahun Sudah Bekas Lokasi Berdirinya Gereja Katolik Pertama Di Sangihe

Gambar
Lokasi Gereja Katolik Pertama Di Bahoi Tahun 1558 TAHUNA,  Agama pertama yang masuk di Kampung ini adalah Katolik. Sebelum itu penduduk setempat menganut kepercayann Anemisme. Agama katolik masuk di kampung ini pada Tahun 1558 oleh bangsa Portugis yang ditandai dengan adanya Gereja PADRI bahkan sampai sekarang sudah berusia 461 Tahun.  Pada tanggal 24 November 1940 ada tiga orang dari Bahoi yang dibaptis di Tahuna oleh Pastor dari Belanda, yakni Benjamin Maneking (Almarhum)  Dertus Daromes      (Almarhum) dan  Feldius Daromes       (Almarhum). Setelah dibaptis mereka kembali lagi ke Bahoi dan melaksanakan kegiatan kerohanian / ibadah di salah satu rumah di dusun Karalegaseng dan kemudian berpindah ke salah satu rumah di dusun Bahoi yakni di rumah keluarga Maneking.  Lama kelamaan jumlah umat semakin bertambah apalagi sudah ada pastor Belanda yang sering datang ke Bahoi membaptis dan melayani umat kala itu.  ...

Dilantik Salabia, Berikut Pengurus Stasi, Wilayah Rohani dan Kelompok Kategorial

Gambar
TAHUNA - Guna tertatanya kepengurusan yang baru maka 27 Desember 2018 Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Paulus Salabia,Pr melantik sejumlah pengurus stasi, wilayah rohani serta kelompok - kelompok kategorial yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebelum agenda pelantikan Dewan Pastoral Paroki telah melakukan pendampingan di beberapa stasi, wilayah rohani serta kelompok kategorial dalam agenda pemilihan baru bagi pengurus yang masa baktinya berakhir. Prosenya pun berjalan hikmat dalam pengambilan sumpah bagi seluruh pengurus yang telah tampil di depan Altar. Pastor paroki turut mengingatkan bagi peserta pelantikan agar dapat bertugas sebagaimana tugas yang diembannya serta mengajak bagi umat untuk memberi apa yang menjadi talenta dan kemampuan kepada Tuhan. "Mari kita persembahkan apa yang kita miliki baik itu talenta atau kemampuan yang kita miliki kepada Tuhan" terang Salabia. Kepengurusan ini pun akan berlangsung untuk tiga tahun ke depan ...

SEJARAH MASUKNYA KATOLIK DI BAHOI DAN SEJARAH KAMPUNG

Gambar
SEJARAH KAMPUNG Awal mula nama kampung ini adalah Karatung diambil dari kata Kararatuang ( Kraton ) yang berarti pusat kerajaan. Raja yang memerintah di kampung karatung bernama Raja Lazaru yang berdomisili di Paghulu. Raja ini beragama Katolik. Raja Lazaru adalah anak dari Sapela dan Makaheking. Sapela adalah saudara kandung raja BATAHA SANTIAGO. Raja Lazaru meninggal di Cirebon. Raja Lazaru mempunyai tiga orang istri yaitu : 1.     WEWENGKONDA, keturunannya : KARAENG dan RATUNG BOBA 2.     SANGIANG HINDANG, keturunannya : BUDIMAN, TAKASIHAENG, LAWEWE, KUMALA. 3.     ULUNG TENGO (tidak memiliki keturunan) Yang pernah   menjadi pemimpin kampung ini sebelum dimekarkan. (kapitalaung atau kepala kampung) : 1.     ONTARILA (menantu dari Sampingang) 2.     BONGKO 3.     TATENGKENG 4.     MAX MANEKING 5.     APRIANUS KALENDESANG 6. ...